Watu Pinabetengan (secara harfiah berarti "Batu Tempat Pembagian" atau "Batu Perjanjian") adalah sebuah batu besar purbakala yang dianggap sebagai situs keramat dan sumber sejarah utama bagi seluruh suku Minahasa. Situs ini terletak di Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa.
Menurut legenda lisan Minahasa, di batu inilah nenek moyang Minahasa berkumpul untuk terakhir kalinya untuk membagi wilayah dan menentukan hukum hidup (pakasaan) mereka. Pembagian ini menghasilkan sembilan sub-etnis yang kita kenal sekarang (Toulour, Tontemboan, Tombulu, dll.).
Daya Tarik & Signifikansi Utama
- Batu Purbakala: Batu ini memiliki ukuran yang besar dan di permukaannya terdapat ukiran purba yang diyakini sebagai peta wilayah atau simbol perjanjian yang dibuat oleh leluhur Minahasa pada zaman dahulu.
- Titik Nol Budaya Minahasa: Watu Pinabetengan adalah tempat di mana persekutuan (Pakasaan) Minahasa bermula. Tempat ini adalah sumber hukum adat, spiritualitas, dan filosofi hidup (sitou timou tumou tou).
- Situs Sakral: Watu Pinabetengan adalah situs yang sangat dihormati dan dianggap keramat. Pengunjung harus menjaga sikap dan etika saat berada di lokasi.
- Wisata Sejarah dan Spiritual: Tempat ini menarik bagi siapa pun yang tertarik pada asal usul etnis, sejarah prasejarah, dan antropologi.
Fasilitas
- Situs Batu: Area batu utama dilindungi dengan pagar atau shelter agar tetap terawat.
- Area Parkir sederhana.
- Pemandu Lokal: Terkadang tersedia pemandu yang dapat menceritakan kisah dan makna ukiran di batu tersebut.
Biaya Masuk
- Tiket Masuk: Dikenakan biaya retribusi/pengelolaan yang terjangkau untuk pemeliharaan situs.
Lokasi & Akses
- Alamat: Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
- Akses: Dapat dijangkau dari Tondano atau Kawangkoan, dilanjutkan ke arah Tompaso Barat. Perjalanan dari Manado memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Discussions
Login to Post Comments